Saturday, August 6, 2011

Semua Karena Tupperware

“Ika tupperware yang kemaren gimana ada ga, kalau ga mama beli sama tante?”, tanya mama selama tiga minggu belakangan. Setiap menelepon pertanyaannya sama. Tupperware, dan tuperware, betul-betul kesengsem dengan model yang satu itu.

“Aduh mak’e bulan depan mungkin ada promonya,” jawabku setiap kali menelepon. Belum lagi dua adik laki-lakiku yang memesan seabreg baju lebaran. “Aku celana yang nomor 28 yah, biru dan hitam,” ujar yoga. “Aku nomor 31, kalau ada baju yang berkerah,” ujar doni.

tuppy pesanan mama
Semuanya membuat kepalaku semakin pusing. Kenapa sih selalu beli baju, dan semuanya pesan ke aku. Emang disana ga ada mall apa. Itulah yang selalu menjadi omelanku. Tapi aku senang sih membantu siapapun dalam urusan berbelanja. “Miss Shopping “ julukan yang selalu menyandang padaku.

Kamis (04/08) kembali mama menelepon. “Gimana ka, mama beli aja yah sama nantulang,” tanya mama kembali tentang tupperware idamannya. “Ia ma, nanti aq belikan. Member dulu biar enak,”ujarku menyerah. “Jangan lupa belikan celana si yoga ama doni yah, uangnya nanti diganti,”pesan mama lagi.
***

Hari menunjukkan pukul 17.00. Tiba-tiba kuteringat pesanan mama. “Duh daripada mama kepikiran sebulan ini, mending aku beli dulu pesanannya sebelum ditelepon lagi ,”ujarku dalam hati. “Jalan Riau yuk ay, pesanan mama ke tuppy,” ajak ku ke Made. “Duh, cha macet jam segini,”ujar Made setengah hati. “Kita tanya tukang tivi dulu yuk,”ujarnya karena televisi semuanya rusak. Menimbang-nimbang akhirnya kami berangkat bertiga, plus Aang yang selalu sendirian.

Sore itu (06/08) lumayan mendung, namun jalan sangat ramai, macet, maklum Sabtu petang. Bingung mencari revarasi tivi di kota yang serba mahal ini. Semuanya “pakang”(pemerasan), benar-benar kelewatan mahalnya. Akhirnya kami temukan juga di jalan Belimbing namun yang punya tak ada di tempat.

Kami putuskan langsung ke jalan Riau, member Tuppy. Hmm selesai juga urusan dengan mama, dan takkan ada lagi pertanyaan yang sama seminggu kedepan. Akibatnya kami bingung hendak berbuka dimana. Maklum abegeh-abgeh kosan.

Akhirnya terdampar di Mall Ciputra, waktu berbuka semakin dekat, beluma ada keputusan buka puasa dimana. “Lapangan tembak aja yuk,” ujarku bingung mau kemana lagi. Kedua cowok jangkung nurut aja. “Full Booking mas,” ujar pelayan. “Hmmm.....tetetoet.....crrrrwww,,,ttttttt,” Made ngedumel. “Food court aja yuk,” ajak made. No choice, semua resto full booking, kami pun menyerah.

Huuh sumpah, aku males banget makan di foodcourt Mall Ciputra Pekanbaru. Berisik, tempatnya ga rapih, asap rokok dimana-mana. Akhirnya Hotplate menjadi pilihan, ditambah beberapa kue dan gorengan.

hot plate yang  rasanya aneh banget
Dan seperti yang kubayangkan, adzan berkumandang, hot plate tersaji. “Cuma menang, asap doank,”kata made. Tak seperti yang dibayangkan, dengan rasa yang tak menentu, kuah yang terlalu banyak maizena, dan yang terasa hanya saos teriyaki botolan. Itulah Hotplate Mall Ciputra Pekanbaru, yang membuatku takkan mungkin mencobanya untuk kedua kali.

“Kak, beli ayam, kentang goreng, A&W, atau KFC?,” ajak Aang kecewa.

No comments:

Post a Comment